Air Terjun Pulosari Yogyakarta, Punya Keindahan yang Tiada Tara

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) punya banyak tempat wisata, contohnya saja wisata air terjunnya. Di Kota Pelajar ini air terjun atau curugnya kebanyakan masih bagus dan asri, airnya bening dan juga tampak sangat alami. Jadi tidak mengherankan banyak hidden gem berupa air terjun di Yogyakarta yang jadi hits di internet. Masyarakat yang ingin berenang atau cumin pengen santai-santai aja sambal liburan bisa banget dating ke tempat wisata air terjun Pulosari.

Air terjun Pulosari ada di daerah Krebet, Ssendangsari, Pajangan, Bantul, Yogyakarta dan letaknya ada di bawah jurang. Membuat orang-orang yang pengen datang perlu tenaga ekstra untuk sampai ke lokasi air terjun Pulosari. Dari kejauhan kecantikan air terjun sudah terlihat seperti lokasi di film-film kisah dongeng. Air terjunnya tak terlalu tinggi dan bentuknya melebar jadi kalua untuk foto bakal kelihatan kekinian dan keren.

Gara-gara lokasinya yang di bawah jurang, air terjun  Pulosari sangat sepi dan tenang, orang yang datang bisa menjadikannya tempat buat menenangkan pikiran. Pokoknya yang suka main air atau berenang cocok banget lah liburan ke sini, kolam tempat airnya jernih dan indah. Kalau dating musim hujan juga bakal kelihatan indah lagi karena jadi lebih deres daripada biasanya.

Karena air terjun Pulosari sangat indah, banyak sekali orang-orang yang datang buat hunting foto, yang prewedding juga banyak, soalnya ya air terjunnya kayak ada di negeri dongeng. Nama  air terjunnya dinamakn sesuai dengan lokasi aliran airnya yakni di desa Pulosari. Desa Pulosari terletak perbatasan dengan Taman Nasional Gunung Halimun Salak di sebelah utara, kemudian berbatasan dengan desa Makasari dan Gunung Endut di sebelah timur, berbatasan dengan desa Palasari Girang dan Walangsari di sebelah selatan, serta berbatasan dengan desa Kabandungan dari kecamatan Kabandungan di sebelah barat.

Luas wilayah Desa Pulosari adalah sekitar 2.632, punya berbagai kekayaan alam yang cocok dijadikan lokasi wisata. Khususnya Kampung Cigoong memiliki potensi perkebunan aren yang besar karena keunikannya dimana warga desa sepakat untuk berbagi pohon aren yang berada di sekitar Curug Batu Bodas dengan warganya; pengelolaan. Setiap warga mengelola satu pohon dan memiliki kebebasan untuk memanfaatkan pohon tersebut dengan membuat gula yang bisa dijual. Hasil pertanian dan perkebunan yang dipasarkan dari Pulosari antara lain pisang, pepaya, pala, kacang hijau, terong, mentimun, cabai, singkong, dan beras. Sektor peternakan sebagian besar didominasi oleh unggas.

Selain air terjun Pulosari, ada juga curug Batu Bodas yang terletak sekitar 500 meter dari Kampung Cigoong. Asal usul nama bodas yang berarti putih atau suci dalam bahasa Sunda terinspirasi dari batu karang tinggi berwarna putih seperti tebing. Oleh karena itu, Curug Batu Bodas berarti Air Terjun Batu Putih. Mendekati tujuan, Anda akan menemukan tempat alami yang disebut Tangga Seribu atau Tangga Seribu yang memberi Anda pemandangan desa yang menakjubkan.Penduduk setempat yang memiliki kepercayaan animisme yang kuat, mengakui air terjun sebagai tempat ziarah nenek moyang mereka. Wisatawan yang ingin mengunjungi air terjun dihimbau untuk mengikuti tata cara adat setempat karena ada daerah-daerah di air terjun yang perlu dijaga sucinya sehingga tidak diperbolehkan makan atau berenang di kolam atau daerah tertentu selain yang sudah ada, diperbolehkan oleh warga yaitu air Kahuripan dan Cipabeasan yang konon bisa digunakan untuk mandi jika ada keinginan.

Namun, beberapa warga menyatakan kontra mengundang wisatawan seperti sampah dibuang sembarangan atau dijadikan lokasi kencan karena keinginan mereka untuk menjaga kebersihan Batu Bodas. Akses menuju air terjun masih sulit dan tidak memungkinkan untuk mobil. Curug Batu Bodas resmi menjadi objek wisata alam pada Juli 2020. Warga membuka wisata alam ini dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan perekonomian desa dan mengurangi pengangguran. Warga juga berharap pemerintah membantu mengembangkan fasilitas yang dapat menampung wisatawan di masa depan; seperti toilet, tempat istirahat, dan mushola.

 

Foto: Kec-pajangan.bantulkab.go.id

Related posts